Penelitian yang dikerjakan oleh Wahyudi et al pada tahun 2018, dengan judul "Alat Peraga Jantung Manusia Berbasis Virtual Reality dengan Menggunakan Teknik 3D Object Tracking". Penelitian berikut bertujuan untuk meraba Virtual Reality sebagai salah satu tools yang dapat digunakan untuk menghasilkan pembelajaran yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan Hasil akhir berupa apps Android yang bisa menjadi contoh dalam pengembagan aplikasi VR untuk edukasi alat peraga. Aplikasi kemudian diuji pada variasi smartphone yang tidak sama untuk mencari tau jarak efektif meninggalkan tracking, intensitas cerah, tingkat kestabilan menyimpan smartphone dan zaman yang di butuhkan dalam mendeteksi marker.
Beberapa Fitur yang dapat kami jelaskan di sini adalah Fitur Sumber belajar adalah fitur yang tersedia dalam bentuk multimedia http://edition.cnn.com/search/?text=virtual reality interaktif dengan sajian teks,gambar,animasi, video, bahan ajar, simulasi,soal interaktif,latihan serta game VR Indonesia kuis . Sedangkan Fitur Bank soal menyediakan soal dan latihan sesuai kompetensi dan tujuan pembelajaran yang dapat dilakukan secara online. Dalam fitur kelas maya ini guru dapat menyiapkan modul, perangkat pembelajaran, ujian online, soal tes, tugas dan latihan LKS dan lain-lain untuk melaksanakan pembelajaran secara online dan tatap muka di kelas. Kemudian di tahun 2018 Pustekom juga telah meluncurkan bahan ajar yang berbasis Augment Reality yang dapat diakses melalui fitur Peta Budaya.
Dengan menggunakan headset VR, kamu bisa menikmati berbagai konten Virtual Reality / video 360 secara lebih real. Kamu akan benar-benar leluasa menikmati semua konten tanpa terbatas lalu oleh ruang oleh waktu. Mau mengetahui gimana serunya mempergunakan headset VR dalam menikmati konten Virtual Reality? Kamu sanggup cek video berikut. Smartphone yang Sudah Mendukung VR, tersebut nih daftar headset VR murah nun bisa kamu jadikan pilihan. Bukan cuma menyediakan dukungan video 360 di YouTube, Google juga menyediakan headset VR terbang Google Cardboard. Google Cardboard merupakan headset VR dari Google yang akan menyantuni kamu untuk mereguk dunia virtual.
Realitas virtual ialah demografi yang langsung berkembang. Hampir pada setiap perusahaan perangkat teknologi kini mengembangkan setara headset realitas virtual yang memungkinkan penggunanya mengalami dimensi baru dengan hanya menyatukan headset. Sepertinya HP membuat headset virtual reality generasi pertama (VR), dengan identitas kode “copper, ” didukung peningkatan putusan dan kenyamanan. Headset ini kemungkinan hendak didasarkan pada maklumat Microsoft Windows Reality, meskipun kali tersebut akan dirancang kian banyak oleh HP daripada model sebelumnya. Headset baru itu seharusnya memiliki design resolusi jauh kian tinggi dibandingkan beserta headset Windows Mixed Reality lainnya dalam pasaran. Anda mengambil realitas virtual.
Qualcomm ternyata gak tinggal diam, itu juga memanfaatkan arena IFA 2016 dengan meluncurkan sebuah headset Virtual Reality secara nama Snapdragon VR820. Dalam penggunaannya, headset Snapdragon VR820 tidak membutuhkan perangkat unik seperti smartphone bahkan komputer PC. Karena didalamnya sudah ditemui komponen-komponen lengkap nun digunakan untuk kebutuhan Virtual Reality. Terdapat dua buah sebeng AMOLED dengan putusan 1440 x 1440 pada masing-masing layar tersebut. Headset VR820 memiliki empat kelanjutan kamera yang dibagi kedalam dua bagian untuk membaca pergerakan mata penggunanya, bersama dua bagian yang lain memiliki fitur 6-axis oculus quest Indonesia motion tracker buat membaca pergerakan uci-uci pemakainya. Keunggulan unik pada VR820 merupakan beberapa sensor-sensor secara terdapat didalamnya diantaranya Gyroscope, Accelerometer, & Magnetometer. Lengkap dgn empat buah mikropon serta fitur audio unggulan seperti Aqstic Stereo dan 3D Surround. Qualcomm menyampaikan keterangan bahwa headset Virtual Reality berikut mulai tersedia menjelang akhir tahun 2016. Namun tidak mengumumkan tentang banderol harga yang akan ditawarkannya.